Organisasi profesi yang mewadai para Ahli Gizi, bain Nutrisionis maupun Dietisien yang dikenal dengan nama Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai Indonesian Nutrisionist and Dietitian Association.
Organisasi profesi ini pertama kali didirikan pada tanggal 13 Januari 1957 dengan nama awal Persatuan Ahli Nutrisionis Indonesia. Selanjutnya dilakukan penyempurnaan pada tanggal 26 Mei 1960.
Seiring perkembangan zaman, organisasi ini mengalami beberapa perubahan nama hingga akhirnya pada tanggal 19 November 1989 secara resmi dikenal dengan nama Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI).
PERSAGI berkedudukan di Jakarta dan telah terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nomor daftar 00091007.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) berkedudukan di Daerah Khusus Jakarta, ditingkat daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) berkedudukan di Ibukota Provinsi dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) berkedudukan di Ibukota Kabupaten/Kota.
Makna Lambang PERSAGI
Perisai berwarna biru tua:
Merupakan simbol daya tahan tubuh yang diperoleh dari keseimbangan asupan gizi sebagai perwujudan dari semboyan Svastha Harena yang berarti Kesehatan melalui Makanan;
Warna biru:
Melambangkan percaya diri, kedalaman, kesetiaan, bijaksana, kecerdasan, dipercaya dan bertanggung jawab;
Warna kuning keemasan:
Melambangkan kematangan dan optimisme;
Warna putih:
Melambangkan kebersihan dan kemurnian;
Gambar padi yang telah menguning:
Melambangkan kedewasaan dan kesatuan tekad anggota PERSAGI, dalam menuju gizi seimbang bagi setiap rakyat Indonesia;
Jumlah padi lima butir yang telah menguning:
Melambangkan lima kelompok pangan yang berkualitas, yang artinya sebagai sumber karbohidrat, sumber protein, sumber sayur sayuran, sumber buah buahan dan kelompok bahan pangan yang dikonsumsi secara seimbang.
Lima butir padi:
Melambangkan kesetiaan PERSAGI terhadap lima sila PANCASILA.
Hingga saat ini, PERSAGI terus berkomitmen menjalankan berbagai inisiatif nasional maupun daerah, merumuskan
standar keahlian gizi, dan melindungi praktik keprofesian ahli gizi secara hukum di seluruh Nusantara.
Visi & Misi PERSAGI
Visi
“Menjadi Organisasi yang profesional di bidang gizi dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045”
Misi
Mengembangkan kemampuan professional anggota yang berbudi luhur, kesejawatan yang tinggi dan inovatif serta berorientasi kepada masa depan.
Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni di bidang gizi masyarakat, gizi klinis, gizi institusi, dan gizi olah raga, serta bidang lainnya yang terkait secara bertanggungjawab
Mendukung peningkatan status gizi individu dan kelompok melalui gizi masyarakat, gizi klinis, gizi institusi, dan gizi olah raga.
Mengembangkan kemitraan dengan stakeholder, dunia usaha dan dunia industri, organisasi profesi lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Melindungi kepentingan anggota dalam menjalankan praktik kegizian sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Meningkatkan kesejahteraan anggota.
Pedoman AD/ART & TKTL PERSAGI
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) merupakan pedoman tertinggi yang mengatur seluruh tata kelola
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). Dokumen ini menjadi dasar hukum dalam menjalankan setiap program kerja,
pengambilan keputusan tingkat nasional, hingga pembentukan pengurus di tingkat daerah.
Dokumen Resmi AD/ART PERSAGI
Versi PDF lengkap yang disahkan pada Kongres Nasional PERSAGI terbaru.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PERSAGI mengelola dan membina seluruh aktivitas terkait pengembangan ahli gizi di
Indonesia. Berikut adalah bagan struktur organisasi kepengurusan yang aktif saat ini:
Dewan Pimpinan Pusat PERSAGI
Periode Kepengurusan 2024 - 2029
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PERSAGI
Struktur dan profil kepengurusan pusat
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PERSAGI mengelola dan membina seluruh aktivitas terkait pengembangan ahli gizi di
Indonesia. Berikut adalah bagan struktur organisasi kepengurusan yang aktif saat ini:
Jajaran Pimpinan Inti
[Nama Ketua Umum]
Ketua Umum
[Nama Ketua 1]
Ketua I
[Nama Ketua 1]
Ketua I
[Nama Sekretaris Jenderal]
Sekretaris Jenderal
Dewan Pimpinan Pusat PERSAGI
Periode Kepengurusan Aktual
Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI)
Seminat Fasilitas Kesehatan Khusus Dietetik
Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan spesialisasi tenaga gizi di Indonesia, PERSAGI memayungi kelompok seminat yang menjadi wadah pengembangan keahlian khusus.
AsDI (Asosiasi Dietisien Indonesia) berfokus pada asuhan gizi klinik dan dietetik di fasilitas kesehatan. Organisasi profesi ini menghimpun para Dietisien untuk meningkatkan kompetensi dalam pelayanan asuhan gizi (Medical Nutrition Therapy) di Rumah Sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.
Sinergi kelompok seminat ini memastikan bahwa setiap anggota dapat memberikan pelayanan yang berbasis bukti (evidence-based) dan diakui secara profesional di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan spesialisasi tenaga gizi di Indonesia, PERSAGI memayungi kelompok seminat yang menjadi wadah pengembangan keahlian khusus.
ASNI (Asosiasi Nutrisionis Indonesia) adalah wadah bagi para Nutrisionis untuk mengembangkan peran dalam manajemen program gizi, mulai dari level puskesmas hingga tingkat kebijakan nasional, dengan fokus utama pada perbaikan gizi masyarakat dan praktik pencegahan penyakit secara promotif & preventif.
Melalui keanggotaan seminat ini, para praktisi nutrisi diarahkan untuk lebih proaktif menelusuri penanganan status gizi bangsa melalui metode kemasyarakatan yang kuat.
Dalam upaya meningkatkan profesionalisme tenaga gizi, membagi spesialiasi profesi secara spesifik adalah kunci keberhasilan yang dipayungi oleh PERSAGI.
ISNA (Indonesia Sport Nutritionist Association) hadir sebagai himpunan spesialisasi di bidang gizi olahraga. Organisasi ini secara khusus menangani kebutuhan nutrisi untuk performa atlet profesional maupun pendampingan gizi untuk penggiat kebugaran *(fitness enthusiasts)* guna mencapai performa biologis di tingkat puncak.
Bagi keanggotaan gizi yang ingin melebarkan sayap di dunia sport-science, keahlian yang tergabung dalam kompartemen ISNA akan menjadi aset bernilai dalam mendukung dunia atletik Indonesia yang kian kompetitif.
Sebagai pilar kekuatan organisasi di seluruh penjuru tanah air, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PERSAGI
mengkoordinasikan ribuan anggota profesi di tingkat provinsi.
DPD bertugas untuk meneruskan dan menyesuaikan program strategis dari Dewan Pimpinan Pusat agar dapat
diimplementasikan sesuai kebutuhan spesifik gizi di daerah masing-masing.
Peta Persebaran DPD PERSAGI
PERSAGI secara aktif memiliki dewan kepengurusan yang tersebar di 38 provinsi
di Indonesia yang siap melayani kebutuhan administratif dan program kompetensi anggota di daerah.
PERSAGI secara aktif memiliki dewan kepengurusan yang tersebar di 38 provinsi
di Indonesia yang siap melayani kebutuhan administratif dan program kompetensi anggota di daerah.
PERSAGI secara aktif memiliki dewan kepengurusan yang tersebar di 38 provinsi
di Indonesia yang siap melayani kebutuhan administratif dan program kompetensi anggota di daerah.
PERSAGI secara aktif memiliki dewan kepengurusan yang tersebar di 38 provinsi
di Indonesia yang siap melayani kebutuhan administratif dan program kompetensi anggota di daerah.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PERSAGI menyusun program kerja berbasis prioritas untuk mendorong capaian visi besar organisasi. Program kerja ini menjadi navigasi utama selama satu periode kepengurusan (5 tahun), dan menjadi pedoman arah kebijakan organisasi dalam rangka pelaksanaan program kerja DPP PERSAGI.
Pembinaan dan Pendampingan DPD Baru
Sarasehan/Sharing Session/Rapat Koordinasi DPD dan Himpunan Seminat
Penyusunan/ Pendampingan Rencana Kerja DPD dan DPC
Update Pedoman Tata Kelola dan Tata Laksana PERSAGI
Update Panduan Sumpah Profesi
Penatalaksanaan Sumpah Profesi (SOP)
Update Pedoman dan Tata cara registrasi keanggotaan
Pemutakhiran dan Identifikasi Data Anggota PERSAGI dan Penerbitan KTA Nasional
Pemetaan Keanggotaan KTA
Forum Diskusi Mahasiswa Gizi Indonesia
Forum Diskusi DPD dan Pengelola Program Studi Ilmu Gizi
Evaluasi Kinerja DPP dan DPD
Penyelenggaraan HGN setiap tanggal 25 Januari
Rakernas
Pra kongres
Kongres Nasional
Kegiatan Prioritas Lain Terkait Gizi
Pengembangan kepemimpinan (Assessment, Pelatihan/Workshop, Short Corse).
Kaderisasi
Pendataan Calon Anggota Baru dari institusi pendidikan Vokasi, Akademik dan Profesi
Forum Diskusi (Tema akan dispesifikan lebih detail. Contoh : Forum Inovasi, Forum Kepemimpinan, dsb).
Workshop
Webinar
Training Need Assesment (TNA)
Kajian kebutuhan peningkatan kapasitas oleh tim pusat
Advokasi potensi profesi gizi berperan secara komersial
Advokasi DPC dan DPD bekerja sama dengan Katering setempat untuk asistensi dan pengawasan sehubungan dengan MBG
Penguatan Kapasitas Praktik Mandiri Nutrisionis dan Dietisien
Penyusunan instrumen tingkat kepuasan anggota, pengurus, dan stakeholder.
Survey pengukuran dan evaluasi tingkat kepuasan.
Workshop penyusunan SOP dan AMI
Sosialisasi SOP tim manajemen dan 7 bidang sesuai dengan program kerja
Sosialisasi Penjaminan Mutu
Sosialisasi Program Manajemen risiko
Identifikasi risiko
Analisis dan Penilaian Risiko.
Perencanaan dan Mitigasi Risiko.
Pemantauan dan Pengawasan.
Pelaporan dan Komunikasi Risiko.
Pengembangan Kebijakan dan Prosedur Pengelolaan Risiko. Pelatihan Manajemen Risiko
Forum ilmiah gizi (FIG)
Sosialisasi dan Coaching klinik pengembangan ahli gizi
Temu Ilmiah Nasional (TIN)
Policy brief terkait isu gizi
Riset Nasional terkait gizi dan kesehatan (systematic review)
Riset Nasional terkait gizi dan kesehatan (survey).
Penyusunan Panduan Kemitraan PERSAGI
Sosialisasi dengan K/L, NGO Nasional/ Internasional
Audiensi dengan K/L, NGO Nasional/ Internasional
Rapat Internal Bidang Kemitraan
Sosialisasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dan Percetakan
Audiensi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dan Percetakan
Sosialisasi dengan Organisasi Profesi lainnya serta Organisasi Keagamaan
Audiensi dengan Organisasi Profesi lainnya serta Organisasi Keagamaan
Program Bantuan Sosial untuk Anggota PERSAGI yang mengalami musibah
Pemberdayaan karya-karya ahli gizi untuk dapat dimarketkan sehingga memberikan kesejahteraan organisasi dan anggota yang mempunyai karya tersebut
Membela hak-hak anggota dan memperjuangkan kesejahteraan anggota
Memberikan layanan informasi bagi anggota melalui media komunikasi PERSAGI
Pengembangan karir
Konsultasi professional
Jaringan professional
Pelayanan administratif (KTA, iuran dan lainnya)
Digitalisasi Pelayanan Informasi anggota
Layanan Konsultasi professional untuk Anggota
Pelayanan Administratif berbasis digital
Pengembangan karier dan kompetensi anggota
Program Jejaring Profesional
Program apresiasi dan penghargaan anggota
Program Kesejahteraan anggota
Sinkronisasi antar bidang dengan humas dan kesektariatan
Identifikasi aku-akun medsos yang dikelola oleh DPP PERSAGI
Sinkronisasi pengelola akun medsos DPP PERSAGI dengan mitra terkait
Identifikasi sumber-sumber untuk berita dan informasi
Semua kegiatan DPP PERSAGI yang terkait dengan kegiatan tertuang dalam berita dan terdokumentasi
Identifikasi topik-topik terkini
Merancang kegiatan podcast dan youtube dengan DPD sesuai dengan hari-hari besar kesehatan
Pemberian reward bagi konten kreator di hari gizi
Konsolidasi pengelola jurnal dan tim editor, JGI dan PGM (offline atau online)
Sosialisasi jurnal JGI dan PGM melalui AIPVOGI dan AIPGI melalui zoom atau youtube
Penyediaan re-akreditas jurnal Penelitian Gizi dan Makanan (PGM)
Melengkapi reviewer dari 3 negara, sekaligus mencari jejaring tim editor
Melengkapi tools (turnitin) di dalam OJS jurnal, khususnya PGM untuk meningkatkan kualitas
Pendampingan jurnal PGM untuk persiapan akreditasi
Mencari sumber atau penelitian dan universitas
Menyiapkan manuscript jurnal bahasa inggris untuk JGI
Pelatihan Pemberian Makanan Balita dan Anak
Pelatihan Makanan Darurat
Pembentukan Tim Gerak Cepat Ahli Gizi Indonesia
Tim Gerak Cepat Ahli Gizi Indonesia menjadi anggota TRCPB