Aurasyifa S. Nixon
Jakarta, 23 Februari 2025 â Menyambut bulan suci Ramadhan, persiapan kesehatan menjadi hal yang krusial selain persiapan spiritual. Anggota Dewan Pakar DPP PERSAGI dan Guru Besar Ilmu Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Prof. Dr. Iskari Ngadiarti, SKM, M.Sc, membagikan tips sehat dalam acara Jendela Negeri di TVRI Nasional.
Prof. Iskari menjelaskan bahwa pola makan Ramadhan mengubah pembagian waktu makan menjadi dua waktu utama: sahur dan berbuka. "Kebiasaan makan yang baik sesuai gizi seimbang harus tetap konsisten dilakukan sepanjang bulan puasa," ujarnya.

Panduan Sahur dan Berbuka yang Sehat:
- Sahur sebagai Pengganti Sarapan: Jangan makan berlebihan. Pastikan ada sumber protein hewani untuk membantu menahan rasa lapar lebih lama. Hindari langsung tidur setelah sahur untuk mencegah refluks lambung.
- Berbuka dengan yang Mudah Dicerna: Pilih sumber karbohidrat sederhana. Kurma adalah pilihan terbaik karena mengandung fruktosa yang cepat menggantikan energi yang hilang. Buah-buahan lain juga dianjurkan karena kaya akan vitamin, mineral, dan serat.
- Hidrasi 8 Gelas Sehari: Tetap penuhi kebutuhan cairan dengan pola: 1 gelas saat bangun tidur, 1 gelas setelah sahur, 1 gelas saat maghrib, 1 gelas setelah shalat maghrib, 1 gelas setelah makan, 1 gelas setelah isya, 1 gelas setelah tarawih, dan 1 gelas sebelum tidur.
Aktivitas Fisik dan Kelompok Rentan:
Mengenai olahraga, Prof. Iskari menyarankan waktu 1â1,5 jam sebelum berbuka bagi yang tidak terbiasa, atau 2â3 jam sebelum berbuka bagi yang rutin berolahraga. Untuk atlet, latihan sebaiknya dilakukan malam hari minimal 2 jam setelah berbuka.
Bagi Lansia, perhatian khusus pada penyerapan zat gizi sangat diperlukan, dan suplemen tambahan dapat dipertimbangkan sesuai anjuran dokter. Sementara untuk Anak-anak, puasa sebaiknya dijadikan ajang latihan tanpa paksaan, di mana orang tua wajib memantau tanda-tanda kelelahan atau dehidrasi.
ID
