Oleh: M. Alfatih Alfien A F M
Penyampaian aspirasi serta pandangan dari para ahli dan pakar dari berbagai lini bidang gizi telah sukses disalurkan dalam acara "Bincang-Bincang Gizi" pada hari Minggu, 5 Februari 2023. Kredibilitas seorang ahli gizi dinilai dari pengalaman kerja yang matang, keilmuan yang mumpuni, serta kepiawaian dalam menyampaikan pendapat yang solutif. Guna memajukan keprofesian gizi di Indonesia, aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada pejabat pemerintah yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ibu dr. Maria Endang Sumiwi, MPH.
Kegiatan Bincang-Bincang Gizi ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Gizi Nasional ke-63 oleh DPP PERSAGI. Harapan besarnya, forum diskusi ini menjadi pemantik progres positif agar profesi Ahli Gizi dapat lebih dilibatkan secara strategis di masa depan.
Secara paralel dengan acara puncak HGN ke-63, diskusi terbatas ini menghadirkan Ibu Dirjen Kesehatan Masyarakat, Ibu Plt. Direktur Gizi dan KIA, serta Bapak Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan, Ir. Doddy Izwardy sebagai narasumber utama. Turut hadir mendampingi dari jajaran organisasi profesi adalah Ketua Umum DPP PERSAGI, Ibu Rudatin, S.St. MK, SKM, M.Si. bersama Sekretaris Jenderal DPP PERSAGI, Bapak Sugeng Eko Irianto MPS, Ph.D. Jalannya diskusi dipandu dengan apik oleh Ibu Dyah Yuniar Setiawati, MPS. selaku moderator dan dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring).

Peserta yang hadir secara luring diisi oleh 25 orang perwakilan terbatas dari DPP PERSAGI, AIPVOGI, AIPGI, Konsil Gizi, Direktorat Gizi dan KIA, serta perwakilan himpunan seminat seperti AsDI, ISNA, dan AsNI. Sementara itu, peserta yang bergabung secara daring merupakan para Ketua DPD PERSAGI dari seluruh penjuru Indonesia.
Mengingat padatnya jadwal Ibu Dirjen di tempat lain, bincang gizi ini awalnya hanya dialokasikan berjalan selama 1 jam saja. Namun, karena kemurahan hati dan antusiasme beliau untuk mendengarkan seluruh aspirasi serta pandangan dari rekan-rekan ahli gizi, beliau rela menunda keberangkatan selanjutnya selama 15 menit ekstra.
Dari perbincangan hangat tersebut, langsung ditetapkan sebuah rencana tindak lanjut yang konkret, yaitu diadakannya pertemuan khusus lanjutan melalui aplikasi Zoom untuk membedah strategi penanganan stunting secara lebih mendalam (dengan jadwal yang akan ditentukan kemudian). Semoga langkah ini memuluskan jalan bagi para ahli gizi untuk selalu dilibatkan aktif dalam program-program penanganan stunting di tengah masyarakat.
ID
