img

Pentingnya Makanan Bergizi Sejak Ibu Hamil

Cahaya Indriaty R


Jakarta, 10 Januari 2025 – Sekretaris Jenderal DPP PERSAGI, Prof. Dr. Ir. Trina Astuti, MPS, hadir sebagai narasumber dalam acara Jendela Negeri di TVRI Nasional. Guru Besar Ilmu Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II ini memaparkan topik krusial mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta perbaikan gizi anak dan ibu hamil.


Prof. Trina menjelaskan bahwa fase pemenuhan gizi yang paling kritis dimulai sejak masa kehamilan, di mana ibu hamil membutuhkan tambahan energi sekitar 300 kalori. Periode emas ini, mulai dari konsepsi hingga 20 minggu pertama, merupakan masa pembentukan organ vital seperti otak serta penentu potensi tinggi badan anak. Beliau menyarankan agar ibu hamil mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering untuk memastikan kebutuhan zat gizi terpenuhi.


Fokus pada Zat Gizi Mikro dan Protein


Pentingnya zat gizi mikro seperti asam folat, zat besi, zink, dan kalsium sangat ditekankan, terutama pada 20 minggu kedua kehamilan guna penyempurnaan tumbuh kembang janin. "Susu dan lauk hewani merupakan sumber protein yang sangat baik untuk mencapai berat badan dan tinggi badan janin yang optimal," jelasnya.


Sinergi Pemerintah dan Keluarga


Prof. Trina menegaskan bahwa tanggung jawab pemenuhan gizi tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi harus dimulai dari keaktifan setiap keluarga. Beliau menambahkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dibarengi dengan edukasi yang kuat agar masyarakat paham esensi dari makanan yang dikonsumsi, bukan sekadar asal kenyang.


Harapannya, akses luas terhadap makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita akan melahirkan sumber daya manusia yang aktif dan produktif, yang pada akhirnya berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.