img
  • img

    Ir. Doddy Izwardy, MA., PhD.

  • img

    17 Okt 2026

  • Direview oleh Ir. Doddy Izwardy, MA., Ph.D.

  • img

    #KetuaUmum #PERSAGI #DPDSumateraUtara #UniversitasNegeriMedan #Unimed

KULIAH PAKAR DI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN: Menyiapkan Generasi Ahli Gizi Profesional, Adaptif, dan Berjiwa Wirausaha

Medan, 8 Oktober 2026 - Ketua Umum DPP PERSAGI, Ir. Doddy Izwardy, MA., Ph.D., menyampaikan materi pengembangan profesi dan peluang karier ahli gizi dalam kuliah pakar di Universitas Negeri Medan pada 8 Oktober 2026. Kegiatan ini mengangkat pentingnya mempersiapkan generasi muda gizi yang memiliki kompetensi, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik, Prof. Dr. Muhammad Amin, S.T., M.Pd.; Ketua DPD PERSAGI Sumatera Utara, Tridarma Putra Simanjuntak, S.Gz., M.Gz.; Ketua PD AsNI Sumatera Utara, Diana Susanti, SKM, M.Kes.; Sekretaris Jurusan PKK, Dra. Armaini Rambe, M.Si.; serta Koordinator Program Studi Gizi, Erni Rukmana, S.Gz., M.Si. Turut hadir mahasiswa angkatan 2022, 2024, dan 2025 untuk memperoleh wawasan mengenai tantangan profesi dan peluang pengembangan karier di bidang gizi.



Dalam pemaparannya, Bapak Doddy menyoroti pentingnya penguasaan ilmu dan praktik berbasis bukti, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, penelitian, serta pemanfaatan teknologi dalam pelayanan gizi. Persiapan karier perlu dimulai sejak masa pendidikan melalui pengalaman organisasi, penelitian, magang, dan pengembangan jejaring profesional. Bekal tersebut diperlukan agar lulusan mampu berkontribusi dalam pelayanan klinis, program gizi masyarakat, industri pangan, pendidikan, maupun penelitian.


Materi juga membahas kewirausahaan gizi atau NutriPreneur sebagai peluang pengembangan karier berbasis kompetensi. Bidang yang dapat dikembangkan mencakup katering sehat, produk pangan bergizi, edukasi, dan layanan gizi digital. Pengembangan usaha tersebut perlu didukung keterampilan bisnis, pemahaman kebutuhan pasar, keamanan pangan, serta penerapan standar dan etika profesi agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.



PERSAGI turut diperkenalkan sebagai wadah pembinaan kompetensi, penguatan jejaring, dan pengembangan profesional bagi nutrisionis dan dietisien. Melalui dukungan himpunan seminat dan kolaborasi lintas sektor, mahasiswa didorong untuk terus belajar, mengembangkan keahlian, serta menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat. Sinergi perguruan tinggi, organisasi profesi, dan dunia usaha menjadi landasan dalam menyiapkan ahli gizi yang profesional, adaptif, dan berjiwa wirausaha.


- Nur Fa’iq Aminurrohman