img

Fakta Terkini Angka Stunting di Indonesia

Definisi Stunting


Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu lama, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Anak stunting memiliki tinggi badan di bawah standar usianya dan berisiko mengalami hambatan perkembangan fisik serta kognitif.


Data Terbaru Angka Stunting di Indonesia


Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023 yang dirilis Kementerian Kesehatan RI:

  • Prevalensi stunting nasional tahun 2023 adalah sekitar 21,6%.
  • Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih di atas target WHO (<20%).
  • Daerah dengan prevalensi stunting tertinggi terdapat di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Papua.
  • Provinsi dengan penurunan signifikan antara lain Jawa Tengah dan Bali.


Analisis dan Penyebab Masih Tingginya Stunting


  • Akses makanan bergizi yang belum merata.
  • Sanitasi dan kebersihan lingkungan rendah.
  • Kurang edukasi gizi pada ibu dan keluarga.
  • Faktor ekonomi dan ketimpangan wilayah.


Implikasi dan Upaya Penanggulangan


  • Target pemerintah adalah menurunkan angka stunting menjadi 14% pada tahun 2024.
  • Berbagai program intervensi, seperti pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, dan perbaikan sanitasi, terus digalakkan.
  • Keterlibatan lintas sektor menjadi kunci penurunan stunting secara berkelanjutan.


Sumber dan Referensi Data


  • Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kemenkes RI 2023.
  • Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas).
  • WHO Global Nutrition Report.


Frequently Asked Questions (FAQ)

Ya, prevalensi stunting nasional menurun tiap tahun, namun masih di atas target WHO.

Wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Papua memiliki prevalensi stunting tertinggi.

Kurangnya asupan gizi, sanitasi buruk, edukasi rendah, dan faktor ekonomi.

Pemerintah menjalankan intervensi gizi, perbaikan sanitasi, dan edukasi keluarga.

Data resmi dapat diakses melalui SSGI Kemenkes RI dan laporan WHO.