Apa Itu Food Fortification?
Food fortification atau fortifikasi pangan adalah proses penambahan satu atau lebih zat gizi mikro (vitamin dan/atau mineral) ke dalam makanan pokok dengan tujuan meningkatkan nilai gizi dan mencegah defisiensi gizi di masyarakat. Fortifikasi banyak diterapkan pada makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari.
Tujuan Fortifikasi Pangan
- Mengatasi kekurangan zat gizi mikro di masyarakat.
- Mencegah masalah kesehatan akibat defisiensi vitamin/mineral (misal: anemia, gangguan tumbuh kembang).
- Meningkatkan kualitas gizi pangan nasional.
Contoh Fortifikasi Pangan di Indonesia
- Garam beryodium: Untuk mencegah gondok dan gangguan perkembangan otak.
- Tepung terigu: Fortifikasi zat besi dan asam folat.
- Minyak goreng: Fortifikasi vitamin A.
- Susu: Fortifikasi kalsium, vitamin D, dan zat besi.
Manfaat Fortifikasi Pangan
- Mudah menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
- Efektif menurunkan angka defisiensi zat gizi mikro.
- Tidak mengubah rasa, warna, atau tekstur makanan secara signifikan.
ID
